

LAPORAN PRAKTIKUM AGROEKOLOGI
KONSERVASI TANAH DAN AIR
Daerah Gumuk Kerang,Desa Sumber Sari,Kecamatan Sumber Sari,Kabupaten Jember ,Propinsi Jawa Timur,Indonesia
Oleh:
Ahmad Nur Hidayat Gena Air
091510501119
Kelompok 9
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2009
Praktikum konservsi tanah dan air
Praktikum kali ini mengamati tentang konservasi tanah dan air. Praktikum ini meliputi tiga tempat yang berbeda namun data yang di amati sama .data pengamatan yang di amati sebagai berikut:
1. Letak Geografis
2. Tempat dimana melakukan pengamatan
3. Kondisi umum wilayah dan dijelaskan pula kondisi tanah dan tanaman secara makro.
4. Jenis-jenis vegetasi yang ada dan juga kondisinya
5. Tingkat penutupan lahan
6. Tinggi tempat dari permukaan ain air laut
7. Topografi,dan juga kemiringan lereng
8. Panjang lereng
9. Posisi di lahan lereng
10. Konfigurasi lereng
11. Penggunaan lahan
12. Pengelolaan lahan :
a. Jenis/tipe teras,kemiringan teras
b. Saluran pengendalian/konservasi air.
c. Tamping teras
d. Tebing teras
e. Tanaman penguat teras
13. Tingkat erosi yang terjadi
14. Tindakan konservasi tanah dan air
15. Evaluasi dan Rekomendasi
091510501119
PENGAMATAN 1 (Lokasi 1)
EVALUASI:
Pengamatan ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 20 desember tahun 2009. letak geografisnya terletak di: LS = 80 101 3311 dan BT = 1130 431 30,811 dan tempatnya di Dusun Gumuk Kerang,Desa Sumber Sari,kecamatan Sumber Sari,Kabupaten Jember ,Propinsi Jawa Timur.Dan memperoleh hasil yang pengamatan di antaranya adalah. Kondisi umum wilyah dengan menjelaskan kondisi tanah dan tanaman secara makro,yaitu tanah tidak subur karena disekitar area tersebut banyak ditemukan batuan induk yang tersingkap,warna tanahnya cerah dan keadaan tanaman disekitar area tersebut tidak begitu subur dan kurus- kurus. Jenis – jenis vegetasi yang ada diantarnya adalah : ketela pohon (manihot utillisima), talas (colacasia eskulenta schott), pisang (musa sapientum), mahoni (swetenia mahogoni), gliricydae,dan kondisi tanamannya adalah tidak begitu subur bagi tanaman yang musiman, namun pada tanaman tahunan kondisinya cukup bagus karena akarnya bisa menembus bagian bawah tanah. Tingkat penutup lahannya ± 25%,yang diperoleh dari pengambilan sempel ,yaitu menghitung sebagian tanah 1m x 1m dan diprosentasekan seberapa persen tanah yang tartutup,dan seberapa persen tanah yang tidak tertutup. Tinggi tempatnya di ukur dengan alat ukur kedalaman dengan hasil 152 m dpl. Topografinya agak curam dan kemiringan lereng mendapatkan hasil yang telah dihitung dengan teorima phitagoras yaitu tinggi tempat dibagi dengan panjang lereng dan di kalikan 100%,dan diketahui tinggi tempat yaitu 9 m,dan panjang lereng 45 m dan hasil yang diperoleh adalah 20%. Posisi di lahan lereng terletak di lereng bagian atas.konfigurasi lereng berbentuk cembung. Tidak digunakan dengan baik,namun digunakan sebagai lahan tanaman tahunan.Pengelolaan lahan yang terdiri dari tipe teras,kemiringan teras tidak ada,saluran pengendalian/konservasi air tidak ada,tampingan teras tidak ada,tebing teras tidak ada ,mengapa demikian? Karena memang di area itu tidak ada pengelolaan lahan namun tanaman penguatnya ada diantarnya adalah tanaman tahunan. Tingkat erosi yang terjadi adalah erosi adalah erosi tingkat besar yaitu erosi permukaan. Tindakan konservasi tanah dan air tidak ada.
091510501119
REKOMENDASI:
Agar lahan tersebut tetap lestari dan dapat berguna, upaya yang digunakan adalah. Yang pertama adalah pembuatan terasering,agar tanah tidak sering longsor bisa juga membut pondasi dengan tanah yang diisikan ke dalam karung. Dan cara yang baik menurut saya adalah sering mengontrol area tersebut dan memanfaatkannya agar tidak terjdi lonsoran –longsoran yang berikitnya. Dengan kita memanfaatkannya dan memelihara area tersebut maka kita sudah termasuk mencegah terjadinya longsor atau erosi yang besar. Carnya kita membuat tanah diarea tersebut subur dengan cara memberi pupuk kandang,karena pupuk kandang adalah pupuk organic dan tidak mengakibatkan terjadinya percemaran lingkungan
091510501119
PENGAMATAN 2 (Lokasi 2)
EVALUASI:
Pengamatan ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 20 desember tahun 2009. letak geografisnya terletak di: LS = 80 101 31,111 dan BT = 1130 431 28,411 dan tempatnya di Dusun Gumuk Kerang,Desa Sumber Sari,Kecamatan Sumber Sari,Kabupaten Jember ,Propinsi Jawa Timur.Dan memperoleh hasil yang pengamatan di antaranya adalah. Kondisi umum wilayah dengan menjelaskan kondisi tanah dan tanaman secara makro,yaitu tanah tidak begitu subur karena batuan induk muncul ke permukaan tanah,warna tanah pucat,dan dilihat dari vegetasi atau kondisi tanaman,tanaman yang disekitar tanah tersebut kurus – kurus. Jenis –jenis vegetasi yang ada di antaranya adalah,singkong (manihot utilissima), pisang (musa sapientum),mahoni (swetenia mahogoni),jambu mete (anakardium occidental L.) dan nangka (Artocarpus heterophyllus), dan kondisinya bagi tanaman tahunan cukup bagus,namun bagi tanaman musiman kurang bagus,karena tanaman musiman hidupnya tidak bisa lama dan akarnya tidak bisa menembus ke bagian tanah bagian bawah. Tingkat penutup lahan hasil yang diperoleh buruk dan hanya <20>
091510501119
REKOMEDASI
Hal-hal yang harus di lakukan agar tanah area tesebut bisa terpelihara dengan baik dan benar maka harus di lakukan upaya untuk memperbaiki dan menjaganya Agar tetap bisa di pergunakan bahkan bisa menguntungkan perokonomian. Misalnya dengan cara membuat prinsip terasering,yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya erosi tanah.dan mengolah lahan sedemikian rupa agar lahan tersebut bisa menghasilkan keuntungan,misalnya menanam bengkoang,mengapa bengkoang karena menurut saya bengkoang sangat cocok di area seperti itu,bisa dikatakan di area “gumuk”.namun tidak hanya menanam bengkoang secara langsung,kita harus mengolah lahan tersebut.dikatakan di awal bahwa area tersebut banyak ditemukannya batuan induk,maka kita harus membrsihkannya atau memindahkannya ke daerah yang tidak akan kita Tanami.apabila hal itu dilakukan dengan baik dan benar maka kemungkinan besar akan bisa mendapatkan keuntungan.tidak hanya tanaman bengkoang saja yang dapat kita tanam,tanaman tahunan misalnya,seperti mahoni atau bisa dikatakan tanaman berkayu,tanaman ini adalah tanaman yang dapat menembus tanah sampai bagian bawah.jadi tidak ada pengaruh baginya untuk bisa tetap hidup di tanah yang seperti itu. Dan juga dapat berfungsi sebagai tanaman penguat anti erosi.dan agar air tidak merambat kemana – mana maka perlu upaya untuk pembuatan saluran air atau juga bisa di sebut juringan atau parit kecil.
091510501119
PENGAMATAN 3 (Lokasi 3)
EVALUASI:
Pengamatan ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 20 desember tahun 2009. letak geografisnya terletak di: LS = 80 101 29,711 dan BT = 1130 431 26,311 dan tempatnya di Dusun Gumuk Kerang,Desa Sumber Sari,Kecamatan Sumber Sari,Kabupaten Jember ,Propinsi Jawa Timur.Dan memperoleh hasil yang pengamatan di antaranya adalah. Kondisi umum wilyah dengan menjelaskan kondisi tanah dan tanaman secara makro,yaitu tanah cukup subur karena disekitar area tersebut di tumbuhi tanaman yang begitu subur dan sehat,warna tanak lebih gelap, dilihat dari vegetasi tanahnya,tanamah begitu subur dan gemuk,mungkin bisa disebabkan oleh intensitas cahaya yang masuk ke bagian area tersebut. Jenis – jenis vegetasi yang ada diantaranya adalah tanaman tahunan yaitu jambu mete (Anacardium occidental), mahoni(Swetinia magohoni) ,mangga(manifera indicate),nangka(Artocarpus heterophyllus) dan kondisinya sangat baik dan subur namun sayangnya semua yang hidup di sana semua tanaman tahunan atau pohon,dan rumput – rumputan. Tingkat penutup lahan di area ini cukup bagus yaitu 90% tanah tertutup oleh tanaman. Tinggi tempatnya 187 m dpl.dan topografinya yaitu berbentuk cembung. kemiringannya ditemukan hasil sebesar 8,8% yang diperoleh dari mencari tingkat kemiringan dengan rumus teorima phitagoras. Posisi di lahan lereng yaitu terletak di dataran atas,atau juga bisa di sebut bukit..Penggunaan lahannya tidak digunakan dengan baik namun banyak ditemukan pohon jambu mete. Pengelolaan lahan yang terdiri dari tipe teras,kemiringan teras tidak ada,saluran pengendalian/konservasi air ada yaitu pembuatan rorak,tampingan teras tidak ada,tebing teras tidak ada , namun tanaman penguatnya ada di samping pohon jambu mete,mahoni,nangka dan akasia mangga semak belukarpun juga dapat menjadi tanaman penguat akan terjadinya erosi. Tingkat erosi yng terjadi yaitu erosi kecil dan erosi yang biasa terjadi adalah erosi permukaan.tindakan konservasi tanah yang diterapkan yaitu pembuatan rorak yaitu lubang kecil di antara tanaman yang bertujuan untuk membuang sisa – sisa daun yang nantinya akan menjadi pupuk organik
091510501119
REKOMENDASI:
Upaya yang harus dilakukan dan di benahi adalah dengan cara memanfaatkan lahan tersebut menjadi lahan yang produktif dan menguntungkan. Misalnya yang sudah ada saja seperti jambu mete, apabila dikelola dengan baik dan benar maka keuntunganya akan semakin besar,caranya yaitu agar jambu mete tersebut makin tambah subur dan reproduktif maka gulma disekitar pohon di kendalikan atau dikurangi populasinya,agar tanaman jambu mete bisa dengan leluasa hidup di habitatnya tanpa ada gangguaan dan kompetisi antara pohon jambu mete dan gulma disekiter jambu mete tersebut.
091510501119

Tidak ada komentar:
Posting Komentar